Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 11, 2014

UN, ABSURDITAS, UTOPIA DAN HARAPAN

Gambar
Oleh: Taufikurrahman Alumni PP. Annuqayah Latee, Sumenep Tinggal di Sampang Absurd. Mungkin kata itulah yang tepat untuk menggambarkan kegaduhan di sekitar pelaksanaan UN (Ujian Nasional). Histeria kelulusan yang dilakoni siswa dengan mencorat-caret seragam, konvoi kendaraan bermotor di jalan, serta isak-tangis, amuk massa dari mereka  yang tidak lulus ujian, berpadu dengan hidmatnya upacara Hardiknas. Pendidikan menjadi realitas yang sukar dipahami secara tautologis. Hibriditas makna berpendar tanpa kendali, di dalamnya. Kalau hibriditas kebudayaan berlangsung dalam proses mimikri, sebua peristiwa peniruan sekaligus persilangan bentuk kebudayaan dengan makna otentiknya, maka dalam pendidikan, proses hibridasi makna berlangsung dalam bentuk skizofrenia. Putusnya mata rantai pertandaan, di mana bentuk (penanda) tidak dikaitkan dengan satu makna (petanda) dengan cara yang pasti, sehingga menimbulkan kesimpangsiuran makna. Peristiwa ini tidak hanya melibatkan bahasa ...

Urgensi Perjanjian Suci Dalam Perkawinan

Gambar
Anwar Saadi (Kasubdit Kepenghuluan Direktorat Urais dan Binsyar Ditjen Bimas Islam) Semua orang mengidamkan kebahagiaan saat memutuskan menikah dengan pasangan yang dicintainya. Bahkan cita-cita meraih kebahagiaan keluarga melekat pada hati dan jiwa pasangan saat masa perkenalan atau ta'aruf. Idealisasi tujuan perkawinan bagi semua pasangan nikah merupakan sesuatu yang wajar dan manusiawi. Hal itu sesuai dengan tuntutan Alquran: "Dan diantara tanda kebesaran Allah adalah Ia menciptakan pasangan dari jenis kamu sendiri,